Category: Berita

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Admin Dinsos

Rapat Pleno Verifikasi Hasil Penjangkauan Calon Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027

Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Untuk memastikan program tepat sasaran, maka Dinas Sosial Provinsi Bengkulu melakukan verifikasi lapangan pada Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat di 1 Kota dan 8 Kabupaten kecuali Kabupaten Kaur karena mereka melakukan penjangkauan sendiri untuk Casis di Sekolah Rakyat di Kabupaten tersebut. Peserta Didik Sekolah Rakyat yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur di awali dengan pelaksanaan Rapat Pleno Verifikasi Penjangkauan sesuai petunjuk Kementerian Sosial RI, yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih Provinsi Bengkulu, Sabtu (13 Juni 2026). Agenda penting ini dihadiri secara bersama-sama oleh pimpinan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Beberapa di antaranya adalah Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sentra Dharma Guna Bengkulu, serta perwakilan Dinas Sosial dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu seperti Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Mukomuko, dan Seluma. Hadir pula Ketua Tim PKH tingkat Kabupaten/Kota. Pada sambutan pembukaan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara untuk memastikan hak pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga menekankan bahwa penerima utama program ini adalah masyarakat dari keluarga desil 1 dan desil 2, yakni kelompok miskin dan miskin ekstrem sesuai data pemerintah pusat. “Verifikasi dilakukan khusus untuk desil 1 dan desil 2. Artinya bukan untuk masyarakat yang sudah berkecukupan. Fokus kami adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk yang tidak melanjutkan sekolah,” ujarnya. Lebih lanjut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda, menyampaikan hasil rapat pleno. Untuk Sekolah Rakyat Permanen, jumlah peserta didik yang ditetapkan sebanyak 270 orang dan kuotanya hampir terpenuhi. Kuota awal dibagi rata 90 siswa untuk setiap jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun dikarenakan peminat dari jenjang SD hanya 51 orang, maka sisa 39 kuota dialihkan ke jenjang SMA. Dengan demikian kuota SMA menjadi 129 siswa, namun hasil ini dimungkinkan masih bisa berubah dikarenakan masih ada Calon Peserta Didik yang mengundurkan diri.

Admin Dinsos

Peringati HLUN 2026, Operasi Katarak Gratis Hadir untuk Lansia di Bengkulu

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026, kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dilaksanakan di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui program ini, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan dan tindakan operasi katarak guna membantu memulihkan fungsi penglihatan sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan produktif. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup lansia serta mendukung terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat. Dinas Sosial Provinsi Bengkulu menyambut baik pelaksanaan program operasi katarak gratis sebagai bentuk sinergi berbagai pihak dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.

Admin Dinsos

Koordinasi Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan program pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Yudan Harto, S.Kep., M.Si selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial bersama Dwi Haryono, S.Sos., M.Si selaku Ketua Tim PPKRS melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Asih Nurwahyuni,M.Pd selaku Ketua Tim PKH Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk konsultasi dan sinergi terkait proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat, khususnya bagi masyarakat yang menjadi sasaran program kesejahteraan sosial. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam memastikan pelaksanaan penerimaan siswa Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui koordinasi ini, dilakukan pembahasan mengenai mekanisme pendataan calon peserta didik, kriteria penerima manfaat, serta strategi pendampingan bagi keluarga yang berpotensi menjadi sasaran program.